Description
Treatment
Skincare
Video
Bruntusan
written by Mega Mercy
Medical review by dr. Reeza Edward, Sp.DV
Last updated 28-March-2022

Apa Itu Bruntusan?

Bruntusan sebetulnya bukanlah istilah yang baku maupun memiliki definisi yang terstandar secara medis. Bruntusan merupakan istilah yang sering digunakan oleh masyarakat awam untuk menjelaskan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintil-bintil kecil, baik sewarna kulit maupun kemerahan, teraba padat dan kasar, baik disertai maupun tanpa rasa gatal pada permukaan kulit.

 

Bruntusan yang dideskripsikan masing-masing orang dapat sangat bervariasi, misalnya dalam hal jumlah, ukuran bruntus, ada atau tidaknya “isi” atau nanah, hingga ke perjalanan timbulnya bruntusan itu sendiri, seperti muncul perlahan ataupun tiba-tiba. 

 

Karena bruntusan hanya merupakan istilah yang dapat menggambarkan kondisi kulit yang bisa sangat berbeda-beda, maka untuk mengatasi bruntusan kamu perlu mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab bruntusan atau diagnosis pasti dari kondisi yang kamu keluhkan tersebut.

 

Baca juga: Apa yang Terjadi Setelah Perawatan LED Light Therapy?

Apa saja penyebab bruntusan?

Penyebab Bruntusan

 

Munculnya bruntusan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Pertumbuhan komedo hingga jerawat yang disertai peradangan
  • Kulit yang kering atau dehidrasi
  • Pembentukan milia, yaitu kista kecil keputihan yang berisi keratin yang tampak seperti pasir yang terjebak pada lapisan kulit
  • Peradangan kulit, misalnya pada kondisi eksim seperti dermatitis atopik, seboroik, dan lain-lain
  • Reaksi iritasi atau alergi dengan berbagai sebab, termasuk efek samping pemakaian produk tertentu (kosmetika, skincare, dan sebagainya) 
  • Peradangan akibat gangguan keseimbangan atau pertumbuhan berlebih bakteri atau jamur flora normal kulit
  • Kondisi medis lain yang berupa penebalan atau bintil kasar pada kulit seperti keratosis seboroik, skin tag, moluskum, rosacea, hiperplasi sebasea, hingga keratosis pilaris (kulit ayam) juga dapat tampak berupa bruntusan.

 

Apakah bruntusan bisa hilang?

Bruntusan tentu saja dapat dihilangkan atau disembuhkan, namun yang paling penting dicatat adalah bahwa untuk menyembuhkan bruntusan dengan tepat dan efektif, maka kamu harus mengetahui dahulu apa sebenarnya bruntusan yang sedang kamu alami dan apa penyebabnya. Langkah awal yang harus dilakukan pada setiap kasus bruntusan adalah mencari lalu menghentikan, mengurangi, atau menghindari pencetus tersebut.

 

Beberapa penanganan awal dan sederhana untuk bruntusan yang dapat dilakukan sendiri diantaranya seperti:

  • Menggunakan obat totol jerawat OTC (over-the-counter) standar, jika bruntusan yang terjadi adalah jerawat.
  • Menggunakan produk moisturizer untuk melembabkan kulit yang kering.
  • Mengkonsumsi obat anti alergi standar jika bruntusan berhubungan dengan alergi.
  • Menggunakan air hangat dan sabun yang lembut dan sesuai tipe kulit saat mencuci wajah.
  • Menghindari trauma dari menggosok kulit secara berlebihan selama pembersihan, menggunakan handuk, dan sebagainya.
  • Berhenti menggunakan make-up atau produk apapun yang dicurigai sebagai penyebab bruntusan.

 

Adapun tips lainnya supaya kamu dapat terhindar dari bruntusan yaitu memastikan bahwa kulit kamu selalu bersih, memilih menggunakan produk yang aman dan sesuai dengan kulitmu dan juga senantiasa menjaga kebersihan tubuh termasuk menjauhkan tangan dari wajahmu. Bruntusan yang tidak diobati dan ditangani secara tepat berpotensi menetap atau bahkan semakin parah. Jika bruntusan yang dialami terus menetap, hilang-timbul, atau gagal ditangani dengan penanganan awal yang dilakukan sendiri di rumah, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter ahli agar dapat ditangani dengan lebih baik.

Apakah bruntusan berbahaya?

Bruntusan pada umumnya bukanlah suatu kondisi yang berbahaya, namun bruntusan dapat memicu berbagai masalah kulit serius dan berkepanjangan serta mengganggu penampilan dan produktivitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat. Jika bruntusan muncul dengan cepat, menyebar dan membesar, tidak kunjung hilang, atau jika kamu merasakan gejala penyerta yang mengganggu seperti gatal hingga berdarah serta menyebabkan rasa sakit, maka kamu harus segera mengunjungi dokter sebelum terlambat.

 

Baca juga: Kapan waktu yang tepat menggunakan Salicylic Acid?

Apa perbedaan bruntusan dan jerawat?

Bruntusan merupakan sebuah istilah awam untuk mendeskripsikan timbulnya suatu kondisi pada permukaan kulit yang kasar, bintik-bintik, tidak merata atau gatal. Sedangkan jerawat merujuk pada kondisi medis spesifik yang disebut “Akne” dimana folikel pilosebaseus kulit pada bagian tubuh tertentu (terutama pada wajah, dada, punggung) tersumbat oleh kotoran, sebum, atau sel-sel kulit mati disertai gangguan keseimbangan flora kulit yang normal sehingga memicu proses peradangan.

 

  • Secara mudah, jerawat ditandai khas dengan lesi komedo, baik whitehead maupun blackhead, atau lesi pustul bernanah hingga nodul yang besar dan dalam pada tipe radang, sedangkan bruntusan yang disebabkan selain jerawat tidak memiliki gambaran ini.
  • Perbedaan lainnya adalah bruntusan, tergantung pada penyebabnya, dapat muncul pada area manapun pada wajah baik setempat maupun merata, sedangkan jerawat biasanya (meskipun tidak selalu) memiliki persebaran yang khas, misal pada T-zone (dahi dan hidung), O-zone (sekitar mulut), atau pada area rahang hingga luar wajah seperti dada dan punggung.

 

Secara singkat, dapat dikatakan bahwa jerawat bisa saja tampak sebagai “bruntusan”, namun tidak semua kasus bruntusan adalah jerawat sehingga penelusuran yang mendetail sangatlah penting sebelum menentukan pengobatan yang tepat. 

Bagaimana cara menghilangkan bruntusan karna jerawat?

Cara Menghilangkan Bruntusan

 

Setelah kamu mengetahui penyebab dan pencetus bruntusan yang kamu alami di wajahmu, sebagai langkah awal kamu dapat memilih produk skincare dengan bahan berikut: 

 

  • Sulfur

Sulfur adalah salah satu jenis obat yang telah sejak lama digunakan untuk mengatasi jerawat, sehingga dianggap juga mampu mengurangi bruntusan yang diakibatkan oleh jerawat.

 

  • Salicylic acid

Salicylic acid adalah salah satu kandungan dalam skincare untuk mengangkat sel kulit mati, mengurangi minyak berlebih di wajah, menghancurkan komedo, sekaligus sebagai antibakterial. 

 

  • Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide adalah salah satu pilihan pengobatan awal yang dapat dibeli bebas untuk Akne. Meski efektif, penggunaannya harus hati-hati karena ada risiko menyebabkan iritasi.

 

  • Retinol

Retinol adalah bahan aktif turunan dari vitamin A yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi jerawat, memperbaiki tekstur kulit dan mencegah penuaan dini. Risiko iritasi retinol jauh lebih kecil dibandingkan dengan jenis turunan vitamin A lainnya yang harus di bawah pengawasan dokter, namun efeknya lebih lemah dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

  • Niacinamide

Niacinamide yang banyak terkandung dalam berbagai produk skincare dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi Akne karena sifat antiinflamasinya dan juga sebagai pencerah kulit.

 

Pemilihan skincare yang tepat, aman, sesuai tipe dan indikasi adalah langkah awal yang menentukan keberhasilan treatment. Penggunaan produk yang salah, sembarangan, berlebihan, maupun tidak berkualitas dapat memperparah keadaan. 

 

Di luar ingredients di atas yang bisa dengan mudah didapatkan dari produk skincare hingga krim OTC, kasus yang lebih berat atau gagal diobati mungkin memerlukan pengobatan di tahap berikut yang lebih kuat. Obat-obatan antiakne lain seperti tretinoin sampai antibiotika harus selalu melalui konsultasi dengan dokter.

Alternatif lainnya, sebagai penunjang treatment kamu juga bisa melakukan perawatan wajah di klinik seperti:

 

  • LED Therapy

LED light therapy merupakan terapi cahaya menggunakan Light Emitting Diode (LED) sebagai media perawatan kulit. LED Therapy digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan wajah seperti jerawat dengan cara membantu meredakan peradangan pada kulit dan mengembalikan keseimbangan bakteri kulit.

 

  • Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah perawatan yang baik untuk membersihkan pori-pori, mencerahkan kulit dengan cara eksfoliasi (pengangkatan sel kulit mati) secara mekanis dan terkendali.  Melalui perawatan mikrodermabrasi bruntusan yang terjadi akibat munculnya komedo atau sel kulit mati yang menumpuk dapat terbantu.

 

  • Facial treatment

Facial treatment adalah rangkaian perawatan kulit menyeluruh yang dilakukan di klinik kecantikan, mulai dari pembersihan, ekstraksi komedo, hingga pemberian berbagai cairan atau serum yang bermanfaat untuk kulit termasuk jerawat. Facial treatment juga terkadang dikombinasikan dengan Chemical peeling yang dapat membantu pengobatan jerawat. Facial rutin akan dapat membuat kulit lebih cerah, sehat, sekaligus membantu mengangkat sel kulit mati.

 

  • IPL (Intensed Pulse Light)

IPL atau Intense Pulsed Light adalah perawatan dengan menggunakan energi cahaya serbaguna yang bisa memperbaiki berbagai masalah pada wajah, tangan, leher dan dada, termasuk bintik-bintik hiperpigmentasi, kelainan pembuluh darah, hingga jerawat. Fotorejuvenasi IPL dapat dipertimbangkan sebagai penunjang untuk mengurangi peradangan dan  bruntusan pada kulit yang diakibatkan oleh jerawat. 

 

Bruntusan bisa terjadi kapanpun dan kepada siapapun, sehingga hal ini bukanlah sesuatu yang harus menjadi momok yang menakutkan. Untuk mengatasi bruntusan, kepastian diagnosis sangat berpengaruh pada keberhasilan terapi. Penyebab pasti bruntusan juga perlu ditelusuri dan diatasi. Pada Sebagian kasus seperti Akne, kesabaran dan konsistensi sangat menentukan kesembuhan. Untuk mendapatkan penanganan yang terbaik, konsultasikan masalah kulitmu dengan dokter ahli yang memang kompeten di bidangnya.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar keluhan kulit bruntusan, silakan tanya dokter disini ya!




Other Articles