Description
Treatment
Skincare
Video
Milia
written by Febiola Tambunan
Medical review by dr. Dartri Cahyawari, Sp.DV
Last updated 29-March-2022

Apa Itu Milia?

Milia adalah kumpulan benjolan kecil berwarna putih dan muncul banyak pada permukaan kulit wajah. Benjolan putih ini adalah kista kecil yang kerap kali muncul di sekitar mata, hidung, juga pipi. Sebenarnya milia tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Namun pada beberapa kasus, benjolan milia cenderung mengganggu dan tidak bisa hilang sehingga perlu dilakukan tindakan medis untuk menghilangkannya. Dinamakan milia karena muncul banyak di permukaan kulit wajah, jika munculnya hanya satu buah, disebut milium. Semua orang bisa terkena milia dan tidak mengenal usia. Namun paling sering muncul di permukaan kulit wajah bayi yang baru lahir.

 

Baca juga: Apakah suntik jerawat dianjurkan secara medis?

Apa saja jenis-jenis milia?

 

  • Congenital milia: jenis milia ini yang sering muncul pada bayi baru lahir.

milia-pada-bayi.png

 

 

  • Primary milia/ milia primer: Milia yang sering muncul pada secara umum, baik anak anak maupun yang sudah dewasa. Milia primer biasanya akan hilang dalam kurun waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.

primary-milia

 

  • Secondary milia/milia sekunder: Milia ini bisa muncul di kulit karena cedera, misalnya karena luka bakar, luka melepuh atau penggunaan krim kulit yang memiliki kandungan kortikosteroid.

 

  • Milia en plaque: milia yang satu ini bisa dibilang cukup parah dan belum diketahui secara pasti penyebab jenis ini bisa muncul. Milia yang satu ini biasanya tumbuh diatas bercak merah menimbul yang milebar dan menonjol dengan diameter hingga beberapa centimeter. Wanita paruh baya memiliki kemungkinan besar terkena milia yang satu ini.

 

  • Multiple eruptive milia: sesuai namanya, milia ini muncul secara bergerombol dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Namun milia jenis ini jarang terjadi.

Apa saja tanda-tanda dan gejala milia?

  • Munculnya benjolan putih kecil di permukaan kulit wajah. Bisa hanya muncul 1 benjolan, tetapi bisa juga lebih dari dari satu.
  • Benjolan putih paling sering  muncul di sekitar pipi, hidung, dan dagu.

Apa saja penyebab milia?

Milia (atau milium) terbentuk karena sel kulit mati atau protein bernama keratin terjebak di bawah permukaan kulit atau dermis yang menjadi kista. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai kenapa milia bisa tumbuh pada bayi yang baru lahir. Walaupun pada kasus orang dewasa munculnya milia belum dapat dimengerti dengan jelas tetapi sebagian timbulnya milia dikaitkan dengan trauma pada kulit, seperti:

  • Perawatan kulit menggunakan prosedur tertentu, seperti laser resurfacing atau dermabrasi 
  • Penggunaan secara jangka panjang pada krim kortikosteroid 
  • Radioterapi
  • atau gejala sisa dari penyakit bula atau lepuh

Apakah milia berbahaya?

Milia bukanlah kondisi yang membahayakan, karena tidak menular, tidak terasa gatal, panas maupun sakit, selain itu milia juga tidak menyebabkan masalah kulit jangka panjang. Namun akan terasa tidak nyaman dan menimbulkan iritasi serta kemerahan jika kulit bergesekan dengan pakaian yang berbahan kasar. Selain itu, tumbuhnya milia dapat merusak penampilan dan mengganggu kenyamanan karena kemunculannya yang secara berkelompok di area yang terlihat pada wajah, sehingga membuat kamu terutama wanita merasa tidak percaya diri.

 

Baca juga: Apa yang harus dihindari setelah melakukan perawatan electrocauter?

 

Apakah milia bisa hilang dengan sendirinya?

Kebanyakan pada beberapa orang milia tidak membutuhkan perawatan khusus, terutama pada bayi karena benjolan ini bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, hal ini tidak banyak terjadi pada orang dewasa dengan penderita milia karena tergantung seberapa dalam milia mengendap pada kulit. Jika kamu merasa timbulnya milia tidak dapat diatasi dengan produk skincare harian dan mengganggu aktivitas, kamu disarankan untuk melakukan pembuangan isi milia dan berkonsultasi dengan dokter kulit terdekat.

Bagaimana cara menghilangkan milia?

Cara Menghilangkan Milia

 

Jika milia muncul pada anak atau bayi yang baru lahir, tidak perlu diobati secara khusus karena akan hilang dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan setelahnya. Untuk kasus orang dewasa pun juga sama, tidak perlu diobati secara khusus karena bisa hilang sendiri. 

Namun anda bisa menggunakan cara dibawah ini :

 

  • Menggunakan Krim Retinoid

 

Krim retinoid efektif untuk mengelupaskan sel kulit mati yang ada di permukaan wajah. Kandungan retinol yang sering ditemukan di produk skincare sehingga bisa dibilang aman. Cara pakainya cukup dioleskan ke permukaan wajah yang tedapat milia.

 

  • Pengeluaran Milia Oleh Dokter Kulit

 

Pengeluaran milia bisa dilakukan asalkan oleh tenaga medis profesional seperti dokter kulit. Dilakukan dengan cara membuat lubang berukuran kecil atau insisi kecil menggunakan pisau bedah, dan kemudian sumbatan yang membentuk milia akan terdorong keluar dengan menggunakan ekstraktor komedo atau kuret.

Agar lebih aman, sebaiknya dilakukan oleh dokter kulit atau klinik kecantikan yang sudah bersertifikat. 

 

  • Menggunakan Metode Electrocauter

 

Teknik ini memanaskan jaringan kulit yang sudah mati menggunakan energi listrik, sehingga benjolan seperti milia juga bisa dihilangkan dengan metode electrocauter.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar milia, silakan tanya dokter disini ya!

Referensi

  • ( J Am Acad Dermatol 2008;59:1050-63.)
  • Gallardo Avila PP, Mendez MD. Milia. [Updated 2021 Aug 11]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560481/



Other Articles