Description
Treatment
Skincare
Video
Skin tag
written by Raesindy Dzufriana
Medical review by dr. Hari Darmawan, Sp.KK
Last updated 29-March-2022

Apa Itu Skin Tag?

Beberapa orang mungkin memiliki skin tag dan tidak pernah menyadarinya, keadaan ini berbeda dengan tahi lalat dan pertumbuhan kulit lainnya. Skin tag atau akrokordon merupakan pertumbuhan daging jinak secara normal yang berukuran kecil pada permukaan kulit, umumnya sewarna dengan kulit atau lebih coklat. Skin tag terbentuk dari pembuluh darah dan kolagen di lapisan luar kulit. Sekilas skin tag terlihat seperti balon kecil yang menggantung pada kulit atau kadang terlihat seperti kutil. Kemunculannya pada kulit biasa dirasakan oleh pria dan wanita dengan usia paling sering diatas 50 tahun. Selain itu skin tag bisa terletak dimana saja, namun lebih sering timbul pada area yang bergesekan langsung dengan kulit lain atau pakaian, seperti leher, kelopak mata, paha, ketiak, di bawah payudara, punggung dan selangkangan. Daging jinak ini terdapat pada kulit dengan cara menggantung dan terikat oleh tangkai kecil tipis.

 

Baca juga: Bagaimana kriteria pasien yang cocok untuk melakukan perawatan electrocauter?

Apa saja ciri-ciri skin tag?

Skin tag biasanya muncul tanpa gejala lain, selain tumbuhnya daging yang menggantung pada kulit ciri-ciri lain yang timbul secara kasat mata yaitu skin tag memiliki variasi bentuk dan jumlah, dari satu hingga ratusan dengan ukuran seperti benang dan menyerupai butiran beras, pada awalnya benjolan muncul sekitar 2 mm namun hal ini bisa saja semakin membesar hingga diameter 5 cm. Saat disentuh skin tag memiliki tekstur kasar dan keriput dengan warna yang lebih gelap dari warna kulit.

Apa penyebab skin tag?

Penyebab Skin Tag

 

Hingga saat ini belum ada penyebab yang jelas munculnya skin tag, namun selain faktor usia terdapat beberapa teori yang menjadi kemungkinan penyebab kemunculannya skin tag, seperti:

 

  • Faktor genetik karena anggota keluarga juga memiliki skin tag, hal ini mungkin menjadi faktor yang sulit dihilangkan
  • Terserang HPV (Human Papillomavirus), virus yang disebarkan melalui kontak kulit ini, merupakan hal ini cukup umum terjadi pada penderita
  • Gesekan kulit yang terlalu sering antara pakaian, perhiasan, atau benda-benda lainnya
  • Mengalami kelebihan berat badan dan obesitas sehingga kemungkinan terjadinya gesekan antar lipatan tubuh lebih banyak
  • Pasien diabetes/kencing manis
  • Faktor kehamilan mungkin jarang terjadi, hal ini bisa terjadi karena hormon yang tidak seimbang ditambah penambahan berat badan 

 

Baca juga: Apa yang terjadi setelah perawatan Laser CO2?

Apakah skin tag berbahaya?

Munculnya skin tag pada kulit pada beberapa orang tidak merasakan sakit, kelainan ini juga tidak menular pada orang lain dan bukan tergolong ke dalam kanker kulit, sehingga tidak berbahaya untuk diri sendiri dan melakukan kontak sosial. Selain dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, jika skin tag terdapat pada area mata maka dikhawatirkan dapat mengganggu penglihatan, sehingga dibutuhkan tindakan medis untuk menghilangkannya.

Bagaimana cara mencegah skin tag?

 

Mencegah agar tidak munculnya skin tag mungkin terasa sulit karena dapat menyerang semua jenis kulit, apalagi jika kamu memiliki faktor keturunan/genetik. Pada beberapa kasus, skin tag yang telah dihilangkan tidak dapat muncul kembali, akan tetapi skin tag baru mungkin akan muncul di beberapa area lain sehingga kamu perlu mencegah perkembangan dan penyebaran area skin tag. Hal ini bisa dikendalikan dengan:

 

  • Menjaga kulit tetap lembab dengan menggunakan moisturizer/pelembab untuk mengurangi gesekan antar kulit ataupun pakaian

cara-mencegah-skin-tag-pelembab.png

 

  • Melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung menggunakan tabir surya
  • Melakukan pola hidup sehat seperti berolahraga rutin
  • Mengkonsumsi makanan yang rendah lemak, rendah kalori, dan menjaga kadar gula darah agar terhindar dari obesitas. 

cara-mencegah-skin-tag-pola-makam.png

Bagaimana cara menghilangkan skin tag?

 

Beberapa kasus menyatakan bahwa skin tag bisa saja lepas sendiri secara spontan, namun kebanyakan di antaranya skin tag akan terus bertahan pada kulit. Dokter menyarankan untuk tidak melepaskan sendiri daging yang tumbuh, baik menggunakan peeling ataupun mencoba mencabutnya, karena hal itu justru menyebabkan rasa perih, terjadinya luka dan pendarahan yang dapat menimbulkan infeksi. Jika kamu merasa terganggu dengan kehadiran skin tag maka sebelum melakukan tindakan sebaiknya konsultasikan masalah kulit ke dokter terlebih dahulu, karena dokter akan menyarankan cara medis yang aman untuk menghilangkan skin tag, seperti:

 

  • Prosedur bedah merupakan tindakan yang paling umum dilakukan untuk mengangkat daging tumbuh pada kulit. Proses ini mungkin akan menimbulkan sedikit rasa nyeri tetapi dilakukan hanya dengan sekali tindakan melalui cara menggunting atau memotong skin tag dengan pisau bedah steril. Namun jika daging terdapat pada bagian mata kamu harus melibatkan dokter mata sebelum melakukan tindakan bedah. 

 

  • Electrocauter, perawatan minimal invasif ini dilakukan dengan cara memanaskan jaringan kulit abnormal sehingga dapat memotong atau mengangkat jaringan kulit seperti kutil, skin tag, komedo yang mengeras dan milia pada bagian atas kulit menggunakan energi listrik, lalu proses ini juga dapat menghentikan pendarahan selama proses pembedahan. Selain itu tindakan ini hanya dilakukan satu kali tanpa pengulangan

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar keluhan skin tag, silakan tanya dokter disini ya!.




Other Articles