Apakah Steroid Oles Boleh untuk Wajah?
28 July 2022 - by Nadira Maurizka
COPY LINK

Apakah Steroid Oles Boleh untuk Wajah?

 

Steroid atau kortikosteroid merupakan salah satu obat yang mampu mengatasi beragam penyakit kulit. Dengan mempersempit pembuluh darah dan menekan reaksi imun tubuh yang berlebihan sehingga dapat mengurangi peradangan pada kulit. Steroid memiliki banyak tipe seperti obat oles atau salep, oral (diminum), hingga berupa injeksi. Beberapa penyakit kulit yang mampu diatasi dengan penggunaan steroid di antaranya adalah;

 

Dalam banyaknya daftar penyakit kulit yang bisa diatasi dengan terapi steroid, tidak ada jerawat dalam list tersebut. Namun, sering kali steroid disalah artikan sebagai obat jerawat yang sekaligus  mampu memutihkan. Lalu, apakah benar steroid oles boleh untuk wajah?

 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengetahui Skincare Abal-abal?

 

 

Maraknya Penggunaan Steroid untuk Wajah

 

                                                                                                                         Memperhatikan-kandungan-skincare.jpg

 

Seperti yang kita tahu, skincare membutuhkan waktu dan proses hingga bisa menimbulkan efeknya pada kulit kita. Lalu, jika ada krim wajah yang menawarkan segala sesuatunya dengan instant terdengar terlalu mustahil bukan? Perlu dicurigai krim racikan tersebut mengandung steroid.



Krim yang mengandung steroid saat ini banyak beredar dan mudah ditemui di pasaran atau market place. Krim bersteroid biasanya yang mengklaim mampu mengatasi “flek” dan mencerahkan wajah tanpa atau minim efek samping. Kriteria umum lainnya adalah, krim tersebut seringkali dijual berpasangan seperti krim malam dan krim siangnya. Sebagai pengguna skincare kamu harus waspada dan berhati-hati dalam membeli produk kecantikan dengan memperhatikan kandungan di dalamnya.




Apakah Steroid Oles Aman untuk Wajah?

 

Steroid-oles.jpg

 

Jawabannya adalah tidak. Steroid oles tidak pernah diindikasikan untuk perawatan wajah. Bahkan, penggunaan maksimal steroid oles tidak boleh lebih dari 2 minggu, kecuali kamu memang memiliki kondisi kulit tertentu yang mengharuskan menggunakan steroid lebih lama tentunya sesuai dengan anjuran dokter. Jadi, apabila penyakit kamu membutuhkan terapi pengobatan steroid kembali, kamu harus memberi jeda beberapa minggu sebelum boleh menggunakan steroid lagi. 

 

Berdasarkan BPOM, steroid merupakan golongan obat keras yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Apabila kamu pernah melihat obat dengan nama betamethasone dipropionate, amcionide, atau dexamethasone, dan disertai dengan simbol “K’, artinya obat tersebut tergolong dalam obat keras dan dilarang diperjual-beli kan tanpa pengawasan dokter. 

 

Dokter akan meresepkan steroid oles apabila diperlukan dan juga melihat sifat dari steroid, seperti menekan reaksi peradangan, menekan proliferasi/ pembelahan sel, dan penyempitan pembuluh darah, contohnya seperti psoriasis. Dan steroid tidak menyembuhkan secara langsung, melainkan hanya menghilangkan sementara. Penggunaan steroid sebagai bentuk terapi layaknya pedang bermata dua. Oleh karena itu penting sekali peran dokter dalam mengawasi penggunaan steroid.

 

 

Efek Samping Penggunaan Steroid pada Wajah

 

Efek-samping-steroid.jpg

 

Penyalahgunaan steroid pada wajah dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah. Terdapat 3 gejala yang mudah dilihat apabila kamu mendapat efek samping dari steroid, yaitu;

 

  • Muka mudah merah jika terkena sinar matahari
  • Pelebaran pembuluh darah kecil (telangiektasis)
  • Muncul bulu halus pada wajah, atau bulu halus yang memang sudah ada menjadi bertambah banyak.
  • Kulit menjadi lebih sensitif

 

Keempat gejala tersebut hampir semuanya dimiliki oleh seseorang yang menyalahgunakan steroid oles. Beberapa orang bahkan juga mengalami yang dinamakan steroid rosacea, monomorphic acne (jerawat tanpa disertai komedo), atrofi kulit, hingga perioral dermatitis

 

Efek samping lainnya adalah acne steroid atau acneiformis yaitu bruntusan/erupsi yang menyerupai jerawat. Penyebab utama dari acneiformis adalah obat kortikosteroid (drug-induced acneiform eruption). Hal ini terjadi akibat rusaknya saluran folikel atau pori-pori yang memicu radang dan penyumbatan lebih lanjut.

 

Bagaimana cara mengetahui jika kamu memiliki jerawat yang diakibatkan oleh steroid?

 

  • Memiliki riwayat pemakaian steroid oles jangka panjang
  • Munculnya jerawat pada usia pasca pubertas atau di atas usia 30 tahun. Tanpa memiliki riwayat kulit acne prone sebelumnya. 
  • Jerawat yang timbul minim atau tanpa disertai dengan komedo (blackhead atau whitehead) atau disebut juga monomorphic acne.



Baca Juga: Mengenal Skin Minimalism dan Keuntungannya

 

Stigma bahwa cantik itu harus putih, dan putih artinya bersih membawa kita pada keinginan untuk memiliki kulit putih secara cepat dan instan. Tanpa peduli sebesar apa efek samping yang akan kita hadapi kedepannya. Padahal, memiliki kulit yang sehat merupakan bentuk cantik yang sesungguhnya. 

 

Jika kamu punya pertanyaan seputar penggunaan steroid oles, silakan tanya langsung dengan dokter disini ya!



Tags :
Other Articles