Salah Pakai Krim Wajah Bisa Picu Telangiektasis?
11 January 2022 - by Raesindy Dzufriana
COPY LINK

Salah Pakai Krim Wajah Bisa Picu Telangiektasis

 

Semua orang pasti ingin tampil lebih menarik, hal itu dilakukan dengan merawat kesehatan wajah yang sudah menjadi kebutuhan setiap orang khususnya wanita. Saat ini cukup banyaknya variasi krim wajah yang dijual bebas dipasaran dengan iming-iming kulit glowing dalam waktu singkat selain itu tujuannya juga mempermudah seseorang untuk mencari produk yang sesuai kebutuhan sehingga kita pasti ingin mencoba semua produknya sekaligus. Nah, sebaiknya kamu perlu berhati-hati terhadap kandungan skincare yang ingin kamu beli karena beberapa jenis krim wajah mungkin bisa menyebabkan telangiektasis lho! 

 

telangiektasia,jpg

 

Lalu untuk mencegah terjadinya kondisi telangiektasis, kamu perlu mengetahui kandungan skincare seperti apa yang perlu dihindari? Penasaran dengan info lebih lanjutnya, silakan scroll kebawah terus ya!

 

Baca juga: Apa Itu Telangiectasia?

 

Penggunaan skincare yang menyebabkan telangiektasis

 

Penggunaan skincare yang keliru terkadang masih ditemukan pada beberapa wanita yang ingin mendapatkan kulit sempurna dengan instan, baik karena kandungannya yang tidak cocok pada jenis kulit, kebasaan buruk sehari-hari atau cara pemakaian skincare yang keliru seperti tindakan berlebihan dalam menggunakan produk. Sehingga keadaan kulit bukannya membaik setelah penggunaan skincare malah sebaliknya kulit memunculkan masalah baru. 

 

Tahukah kamu kasus yang sempat viral di Indonesia mengenai penggunaan skincare dengan kandungan kortikosteroid yang menyebabkan telangiektasis? Hal ini memang bisa saja terjadi dalam penggunaan krim atau lotion pemutih kulit, bahkan telangiektasis menjadi efek samping utama dari penggunaan krim pemutih kortikosteroid. Nah, krim oles kortikosteroid sendiri merupakan obat peradangan pada kulit yang mengandung hormon steroid, walaupun memiliki banyak manfaat untuk masalah peradangan kulit akibat kemerahan, eksim ataupun kulit yang berjerawat, akan tetapi penggunaan produk harusnya sesuai dengan resep dokter sehingga krim steroid tidak boleh ditambahkan dalam produk perawatan kulit dengan tujuan kecantikan dan tidak disarankan juga untuk pemakaian lebih dari 14 hari.

 

Krim kortikosteroid memang memberikan hasil instan untuk kamu yang ingin mendapatkan kulit putih. Namun efek samping dari penggunaan krim wajah yang mengandung steroid mungkin terjadi ketika kamu menggunakannya dalam jangka panjang dan dosis yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan jaringan kulit memerah atau biru akibat kulit yang menipis, lalu setelah beberapa hari pembuluh darah dapat terlihat di permukaan kulit berupa garis halus seperti benang atau cabang pohon dengan pola tertentu, selain itu kulit menjadi lebih sensitif hal ini bisa dikenal dengan telangiektasis.

 

steroid-cream-telangiektasia,jpg

 

Telangiektasis merupakan kelainan yang terjadi ketika bercak pembuluh darah pada serat elastis dinding yang membesar atau melebar pada kulit secara permanen. Umumnya telangiektasis tidak berbahaya hanya saja pada beberapa wanita merasa hal ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri mereka apalagi jika guratan merah sangat terlihat pada bagian wajah. Selain itu telangiektasis bisa muncul dimana saja, namun biasanya terletak pada putih mata, hidung, pipi dan area kulit yang sering terkena sinar matahari, keadaan ini juga biasanya menyerang orang yang berkulit putih.

 

Baca juga: Apa Manfaat dari Hidrokuinon?

 

Penanganan timbulnya telangiektasis

Jika sudah terlanjur menggunakan krim wajah yang mengandung steroid dan kulitmu akhirnya muncul telangiektasis, tindakan pertama yang harus dilakukan selain menghindari paparan sinar matahari terlebih dahulu selain itu kamu juga harus menghentikan pemakaiannya krim steroid dan sebaiknya gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan yang aman. Namun jika kamu menginginkan penanganan yang lebih amannya secara medis kamu bisa berkonsultasi pada dokter terpercaya, biasanya dokter akan menyarankan pilihan tindakan seperti:

  • Pulsed Dye Laser (PDL) menjadi perawatan paling mudah yang dilakukan pada area wajah karena minimnya rasa sakit. Proses dilakukan dengan menutupi pembuluh darah yang melebar menggunakan energi cahaya hijau yang diubah menjadi energi panas dengan panjang gelombang 585 atau 595 nm.

 

  • Operasi bedah, dilakukan dengan cara mengangkat pembuluh darah yang melebar dan hanya dengan satu kali perawatan, akan tetapi selain harga yang cukup mahal rasa nyeri juga cukup terasa dibanding dengan perawatan laser sehingga dibutuhkannya waktu pemulihan.

 

  • Sclerotherapy, dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah vena yang mengalami kerusakan sehingga nantinya mengeras dan perlahan menghilang, perawatan ini mungkin tidak akan mendapat hasil yang instan kamu perlu menunggu hingga beberapa minggu untuk melihat efeknya

 

Yuk segera temukan dan kunjungi klinik kecantikan terdekatmu di sini!

Tags :
Other Articles