Description
Treatment
Skincare
Video
Lentigo
written by Raesindy Dzufriana
Medical review by dr. Reeza Edward, Sp.DV
Last updated 04-April-2022

Apa Itu Lentigo?

Mungkin kamu masih asing dengan kelainan kulit hiperpigmentasi seperti lentigo, padahal kejadian ini cukup sering dijumpai sehari-hari. Lentigo merupakan pertumbuhan berlebih yang bersifat jinak dari sel kulit yang disertai peningkatan pigmentasi pada lapisan kulit. Jika bercak lentigo berjumlah banyak maka disebut dengan lentigines. Lentigo dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya pada tubuh, bentuknya, faktor penyebabnya, atau apakah lentigo muncul dengan atau tanpa berkaitan dengan penyakit lain. Lentigo dapat muncul sejak lahir, pada masa kanak-kanak, dewasa, atau baru muncul pada usia lanjut. Lentigo dapat muncul baik pada seseorang dengan tipe kulit putih maupun gelap termasuk etnis Asia.

 

Baca juga: Apa saja kelebihan dan kekurangan dari Kojic Acid?

Apa saja ciri-ciri lentigo?

Lentigo tampak sebagai lesi kulit berupa bercak berwarna hitam atau coklat yang datar (makula) atau sedikit menonjol dengan batas tepi yang tegas dengan ukuran yang bervariasi dari beberapa milimeter hingga sentimeter. Tergantung tipenya, lentigo dapat muncul pada bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari maupun bagian tubuh manapun. Bagi orang awam, lentigo pada umumnya cukup mudah dikenali berdasarkan ciri khasnya, seperti :

 

Ciri-Ciri Lentigo

 

bentuk-lentigo.jpg

 

 

  • Bentuk bulat, oval atau tidak beraturan dengan permukaan rata
  • Memiliki ukuran 5–20 mm
  • Lesi berbatas tegas dengan warna kulit yang tampak normal di sekelilingnya
  • Bercak tidak gatal atau disertai gejala lain
  • Dapat muncul tunggal atapun secara berkelompok
  • Cenderung stabil dan tidak hilang dan timbul seperti freckles

Apa saja jenis-jenis lentigo?

Jenis Lentigo

Berdasarkan penyebab terjadinya, secara garis besar lentigo terbagi menjadi dua jenis yaitu:

 

  • Lentigo solar, merupakan jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini juga sering disebut juga dengan lentigo senilis, lentigo aktinik, sunspot atau liver spot. Biasanya lentigo jenis ini diakibatkan oleh penyerapan sinar ultraviolet dari matahari secara kronis atau persisten. Kelainan ini cenderung lebih sering dijumpai pada seseorang dengan pigmen kulit yang lebih terang dan umumnya diderita oleh orang yang lanjut usia dengan iklim yang cukup panas seperti di Indonesia. Prevalensi lentigo solar dilaporkan bervariasi dari 10% hingga 90% pada orang berusia tua. Selain itu lentigo jenis ini jika dibiarkan secara perlahan dapat membesar hingga beberapa sentimeter dalam beberapa bulan.

           lentigo solar

 

  • Lentigo non-solar, merupakan jenis lentigo yang ada sejak lahir maupun pada masa kanak-kanak. Kondisi ini disebut juga sebagai lentigo simpleks. Lentigo simpleks dapat muncul secara tunggal, bergerombol, dengan persebaran yang setempat maupun tersebar luas merata di berbagai bagian tubuh (kulit, mukosa, konjungtiva mata). Lentigo jenis ini bisa muncul sendiri maupun bersamaan dengan kondisi / kelainan bawaan yang terkait mutasi tertentu. 

               lentigo non solar

 

Contoh-contoh kondisi yang berkaitan dengan timbulnya lentigo pada anak, seperti:

 

    • Sindrom Noonan, didapatkan dari faktor genetik yang ditandai dengan kelainan karakteristik wajah, postur tubuh tidak berkembang, cacat jantung hingga keterbelakangan mental
    • Sindrom LEOPARD (lentigines, electrocardiographic conduction abnormalities, ocular hypertelorism, pulmonary valve stenosis, abnormalities of genitalia, growth retardation, and sensorineural deafness)
    • Sindrom Cowden, ditandai dengan tumor jinak, kulit berlebih, dan benjolan yang cukup terlihat pada permukaan kulit
    • Sindrom Peutz-Jeghers, kelainan yang ditandai dengan banyaknya muncul polip pada perut maupun usus, selain itu juga hal ini ditandai dengan munculnya bintik berwarna gelap pada sekitar bibir, hidung maupun dalam mulut.
    • Sindrom Bannayan-Riley-Ruvalcaba, merupakan kelainan yang ditandai dengan ukuran kepala yang besar dan terdapat bintik-bintik berpigmen pada alat kelamin
    • Sindrom Xeroderma pigmentosum, merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan penderitanya sensitif akan sinar matahari
    • Lain-lain : Agminated lentigines, Eruptive Acral Lentigines, lentigo terkait penggunaan obat imunosupresan takrolimus, dan lain-lain

 

Baca juga: Apa efek samping dari perawatan Laser Q-Switched Nd:YAG?

 

Apa saja penyebab lentigo?

Pada lentigo solar/senilis bercak lentigo bisa terus bertambah banyak seiring penuaan. Hal ini disebabkan pertumbuhan berlebih sel melanosit penghasil pigmen pada lapisan basal epidermis yang ditengarai berhubungan kuat dengan paparan radiasi, terutama ultraviolet. Selain akibat penyebab utama yaitu dari sinar matahari dan sindrom kelainan bawaan lahir atau genetik, terdapat faktor lain yang dapat memicu timbulnya lentigo seperti:

 

  • Riwayat melakukan fototerapi, seperti terapi PUVA
  • Riwayat menggunakan sinar ultraviolet rekreasional dari tanning bed
  • Munculnya lentigo juga sering diamati berkaitan dengan riwayat freckles, terapi kontrasepsi oral hingga diabetes tipe 2

Apakah lentigo berbahaya?

Lentigo pada umumnya bersifat jinak sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan, tidak menular, serta relatif mudah ditangani (terutama tipe lentigo solar) sehingga tidak mengganggu kesehatan atau membutuhkan perawatan medis yang serius. Jika kamu merasa atau khawatir bahwa lesi kulit yang muncul bukan lentigo biasa, atau disertai dengan gejala yang tidak biasa sebagaimana tertera di atas, misalnya disertai gatal, pertumbuhan yang tidak wajar atau timbul luka dan perdarahan, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit. Pada sebagian kasus, akan diperlukan serangkaian pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis seperti pemeriksaan dermoskopi hingga biopsi pada laboratorium, untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis banding lain seperti lentigo maligna atau melanoma.

Bagaimana cara mencegah lentigo?

Walaupun lentigo termasuk kelainan kulit yang sering dijumpai pada orang dengan usia 50 tahun khususnya di Indonesia, tetapi kamu masih bisa melakukan beberapa cara untuk menghindari munculnya bintik-bintik kecoklatan pada permukaan kulit sebelum memasuki usia tersebut, seperti:

 

  • menghindari paparan sinar matahari secara langsung terutama antara pukul 10 pagi hingga jam 2 siang 
  • Gunakan tabir surya broad-spectrum dengan SPF minimal 30 dengan tepat dan konsisten.
  • menggunakan pakaian tertutup, bekerja di tempat teduh, serta menggunakan topi lebar saat matahari terik

Apakah lentigo bisa hilang dengan sendirinya?

Pada umumnya lentigo bersifat stabil atau semakin bertambah dalam hal ukuran, warna maupun jumlah. Pada sebagian kasus lentigo berevolusi menjadi lesi kulit lain seperti keratosis likenoid atau large cell acanthoma. Lentigo simpleks terkadang tampak bertambah pada masa kehamilan. Sebagian kasus dapat berangsur hilang atau memudar dengan sendirinya.

Bagaimana cara menghilangkan lentigo?

Cara Menghilangkan Lentigo

Beberapa orang khususnya wanita ingin mencerahkan dan menghilangkan lentigo dari permukaan kulitnya, biasanya bukan karena faktor kesehatan tetapi lebih karena masalah estetika. Beberapa pilihan terapi yang ada diantaranya :

  • Menggunakan krim topikal yang mengandung hidrokuinon, tretinoin, AHAVitamin C dan Kojic Acid untuk menghambat pembentukan melanin atau memacu siklus pembelahan sel kulit. Tentunya pengobatan topikal akan direkomendasikan sesuai dengan resep dokter agar pemakai dapat terpantau dan tidak menimbulkan efek samping.

 

  • Laser pigmen seperti Q-switch Nd: YAG, selain memudarkan hiperpigmentasi dengan cara menghancurkan pigmen melanin secara tertarget, laser ini juga memiliki beragam manfaat lain seperti memperbaiki tampilan kerut dan garis halus, mencerahkan dan meratakan warna kulit, hingga fungsi peremajaan jaringan secara menyeluruh.

 

  • Intense Pulse Light (IPL), perawatan ini dilakukan dengan menembakkan cahaya yang diperkuat dan dapat menargetkan berbagai sel termasuk pigmen dan pembuluh darah pada lapisan kulit untuk mendorong perbaikan masalah hiperpigmentasi.

 

  • Peeling kimiawi, merupakan teknik eksfoliasi untuk mengangkat lapisan kulit terluar hingga kedalaman spesifik yang diinginkan secara terkontrol menggunakan cairan medis khusus dengan teknik dan konsentrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Peeling kimiawi termasuk tindakan medis yang harus dilakukan dan dibawah pengawasan oleh profesional medis yang kompeten

 

  • Mikrodermabrasi, dilakukan dengan mengikis lapisan kulit terluar secara mekanis menggunakan alat medis terstandar berupa kristal kecil, sehingga merangsang pertumbuhan sel kulit yang baru dan membuat warna kulit merata. Teknik ini biasanya perlu pengulangan selama beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal

 

  • Krioterapi atau bedah beku, dilakukan dengan cara menghasilkan penghancuran sel kulit secara terkontrol dengan suhu dingin.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai harapan, pastikan kamu telah melakukan konsultasi yang mendalam dengan dokter ahli yang kompeten di bidangnya. Diagnosis harus dipastikan dahulu sebelum Dokter dapat menentukan jenis terapi apa yang paling tepat untuk kondisimu.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar Lentigo kulit, silakan tanya dokter disini ya!

 

 

Referensi

  • Cynthia Cobb. Healthline. (2017). Lentigo (Liver Spots)
  • Amanda Oakley. Dermnetz. (2016). What is lentigo simplex?
  • Cleveland Clinic. (2018). Moles, Freckles, Skin Tags, Lentigines & Seborrheic Keratoses
  • Flying Skin Cancer Doctor. (2021). Lentigo
  • Robert A Schwartz. MedScape. (2021). Lentigo
  • Fitzpatrick’s Dermatology 9th edition



Other Articles