Description
Treatment
Skincare
Video
Keloid
written by Raesindy Dzufriana
Medical review by dr. Deasy Thio, Sp.KK
Last updated 28-March-2022

Apa Itu Keloid?

Saat permukaan kulit mengalami luka maka kulit akan melakukan perbaikan diri dan pada akhirnya akan membentuk jaringan fibrosa atau biasa dikenal dengan jaringan parut, jaringan ini bertujuan untuk memperbaiki dan melindungi daerah yang terluka. Biasanya, bekas jaringan parut membentuk keropeng dan akan memudar seiring berjalannya waktu namun pada beberapa orang muncul kelainan seperti pertumbuhan jaringan yang terbentuk secara berlebihan saat proses penyembuhan luka. Jika diperhatikan bekas luka ini menghasilkan corak berupa daging yang keras dan menonjol keluar permukaan kulit dan ukurannya bisa lebih besar dari pada luka aslinya, kelainan ini bisa dikenal dengan istilah keloid. Pembentukan keloid perlahan dapat semakin membesar tidak sampai memakan waktu berbulan-bulan setelah cedera awal dan bisa saja terjadi pada bagian tubuh maupun wajah. 

           keloid

                                             image source: fixkeloidskin.com

 

Keloid adalah bekas luka tumbuh secara abnormal. Keloid dapat timbul sebagai respons terhadap berbagai gangguan integritas kulit yaitu akibat luka (trauma superfisial atau dalam), setelah trauma fisik seperti pembedahan, garukan, gigitan serangga, tindik, luka bakar (api atau bahan kimia), jerawat, dan infeksi virus seperti cacar air. Keloid sebagian besar dapat timbul 3 bulan atau 1 tahun setelah trauma. 

 

Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD) kelainan ini setidaknya dimiliki oleh 10% orang dan dapat dialami pada wanita maupun pria dengan rata-rata usia 10-30 tahun, namun keloid lebih rentan terjadi pada seseorang yang memiliki kulit lebih gelap seperti orang asia, latin dan afrika.

 

Baca juga: Apa yang terjadi setelah perawatan Cristal?

Apa ciri-ciri keloid?

Ciri-Ciri Keloid

 

Keloid dapat menyerang pada semua bagian tubuh dan area yang tampak lebih rentan terhadap bekas luka keloid seringnya ditemukan pada bagian dada, bahu, lengan atas, belakang leher dan pipi, atau area kulit yang teregang. Selain timbulnya jaringan parut yang menonjol keluar, kamu dapat mendeteksi ciri-ciri keloid yang akan tumbuh, walaupun pada setiap orang tanda yang muncul akan bervariasi. Namun umumnya penderita merasakan seperti:

 

  • Awalnya muncul bekas luka dalam hitungan beberapa minggu dengan warna kemerahan dan disekelilingnya memiliki warna yang lebih gelap dari kulit asli cenderung coklat pucat
  • Jaringan parut yang menonjol, mengkilat dan tidak ditumbuhi oleh bulu
  • Beberapa orang memiliki jaringan luka dengan tekstur bergerigi yang padat, keras namun ada juga yang memiliki tekstur halus dan kenyal
  • Pertumbuhannya menimbulkan rasa sakit, nyeri bahkan gatal namun akan hilang setelah keloid berhenti bertumbuh

Apa penyebab keloid?

 

Keloid terbentuk akibat produksi yang tak terkontrol dan deposit berlebihan dari kolagen pada area kulit dan proses penyembuhan luka, bahkan setelah luka sembuh atau luka dalam yang tidak diobati dengan baik atau bila terinfeksi, namun belum diketahui pasti apa yang menyebabkan terjadinya keloid. Sebagian besar jenis cedera dapat menyebabkan jaringan parut secara berlebihan sehingga timbulnya keloid, pada beberapa orang keloid juga dapat membesar. Keloid juga cenderung terbentuk bila ada cedera di area tubuh yang tegangan tinggi seperti area bahu, dada, rahang dan lengan. Cedera yang dimaksud seperti:

 

  • Bekas jerawat yang pecah
  • Bekas cacar air
  • Goresan berupa sayatan bedah
  • Luka tusuk dari benda tajam
  • Luka bakar
  • Gigitan hewan yang menimbulkan luka besar
  • Luka tindik dan membuat tato
  • Bekas suntikan vaksin
  • Memiliki faktor genetik

 

Jika kamu memiliki faktor genetik yang beresiko memiliki keloid, mungkin tidak ada tindakan yang secara spesifik dapat menangkal terjadinya keloid. Akan tetapi sebaiknya hindari kegiatan yang akan melukai tubuh seperti menindik, membuat tato dan operasi bedah plastik yang tidak perlu. Lalu, jika kamu memiliki jerawat akut maka pastikan untuk melakukan perawatan secara efektif agar tidak terdapat bekas luka.

Apakah keloid berbahaya?

Munculnya keloid pada tubuh tidak membahayakan karena tidak menyebabkan penularan dengan orang lain dan sangat jarang kasus keloid dapat menjadi kanker. Namun pada beberapa orang mengeluhkan sedikit rasa nyeri dan gatal pada bekas luka terutama saat bergesekan dengan pakaian, selain itu juga pertumbuhan keloid dapat membesar sehingga mengganggu penampilanmu dan menimbulkan rasa kurang percaya diri terlebih jika keloid timbul pada area yang terlihat jelas dengan ukuran yang cukup besar.

 

Baca juga: Apa Saja Manfaat Pulsed Dye Laser?

 

Apakah keloid dapat menyebar?

Keloid tidak dapat menyebar dan menginfeksi bagian kulit lain, benjolan hanya akan muncul di area luka saja dan terkadang bisa juga meluas dalam waktu 3-12 bulan. Lalu, jika kemunculan keloid meluas disertai rasa gatal, muncul sensasi terbakar, sakit yang tidak dapat ditahan dan mengurangi kelenturan pada bagian sendi sehingga gerakamu menjadi terbatas maka kamu dapat berkonsultasi pada dokter kulit untuk merencanakan tindakan medis yang sesuai.

 

Sementara kamu dapat menutupi keloid dari paparan sinar matahari karena jaringan yang baru ini lebih mudah teriritasi dan menggelap, terlebih untuk mencegah semakin luasnya keloid sebaiknya kamu menghindari menggaruk atau memegang daerah keloid.

Bagaimana cara menghilangkan keloid?

 

Tentunya masalah kecantikan ini tidak dapat hilang dengan sendirinya. Pengobatan keloid juga dilakukan untuk meningkatkan keindahan pada kulit dengan cara meratakan, melunakkan, atau mengecilkan bagian kulit yang menonjol. Mungkin keloid cukup sulit untuk disembuhkan, namun terdapat berbagai cara untuk menghilangkannya. Dokter kulit akan merekomendasikan perawatan medis dengan metode yang mudah dan memberikan hasil yang instan. Berikut cara menghilangkan keloid:

 

  • Silicon patch atau gel

Dengan menempelkan lembaran silikon atau mengoleskan obat yang mengandung silikon sehingga dapat memperbaiki keloid dengan meningkatkan kelembaban dan tekanan yang terus menerus pada keloid sehingga keloid tidak bertambah besar.

 

 

Cara ini merupakan terapi utama untuk keloid, yaitu dengan menyuntikkan zat kortikosteroid pada keloid selama 1-2 kali seminggu agar keloid menjadi  rata. Metode ini tergolong aman namun pelaksanaanya cukup sakit dengan efek sampingnya kulit yang menyisakan warna putih. Kadang dokter kulit akan mencampurkan dengan obat-obatan yang dapat membantu mempercepat keloid kempes.

     

  • Laser

Perawatan pulsed-dye laser dilakukan dengan sinar cahaya laser yang dilakukan bersamaan dengan suntik kortikosteroid, perawatan harus dilakukan beberapa sesi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Fungsi dari perawatan ini agar keloid kempes dan tidak terlalu merah. Selain itu metode ini aman dan tidak menyakitkan, namun memiliki biaya yang cukup mahal.

 

Metode ini efektif dilakukan pada keloid berukuran kecil, dilakukan dengan cara membekukan jaringan yang menonjol menggunakan cairan nitrogen. Perawatan ini dilakukan sebanyak tiga kali dalam sebulan sehingga nantinya keloid akan rata dengan kulit namun meninggalkan hasil warna kulit yang lebih terang.

 

  • Bedah keloid

Beberapa orang yang melakukan teknik ini cukup berjalan dengan maksimal ditambah tidak memerlukan waktu yang lama. Namun upaya pengangkatan keloid memang cukup beresiko karena dikhawatirkan dengan memotong keloid akan memicu pembentukan baru atau memperbesar keloid yang ada. 

 

Kombinasi pengobatan dapat dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah melakukan perawatan biasanya keloid cenderung menyusut dan menjadi lebih rata dari waktu ke waktu, setidaknya membutuhkan perawatan selama tiga bulan kedepan.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar keluhan keloid, silakan tanya dokter disini ya!




Other Articles