Description
Treatment
Skincare
Video
ASK DOCTOR
Bibir Hitam
written by Raesindy Dzufriana
Medical review by dr. Reeza Edward, Sp.DV
Last updated 23-September-2022

Penyebab & Cara Menghilangkan Bibir Hitam Dengan Perawatan

Bibir merupakan fitur wajah yang paling mencolok dan atraktif dari seseorang. Bibir merepresentasikan kecantikan dan keindahan bahkan bisa menjadi nilai daya tarik bagi lawan jenis. Secara anatomis, area bibir juga unik dan tergolong sebagai mukosa dengan komposisi yang sedikit berbeda dengan struktur kulit. Selain lapisan pelindung terluar (stratum korneum) yang tipis, bibir tidak memiliki folikel rambut dan kelenjar keringat serta minyak sebagai lubrikan alami sehingga bibir jauh lebih mudah kering. 

 

Pada dasarnya warna bibir seseorang dipengaruhi oleh tipe kulit, genetik dan etnis, jenis kelamin serta usia. Variasi warna bibir normal manusia, dari terang ke gelap, memang proprosional dengan warna kulitnya. Bibir juga memiliki pigmen, meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil dibanding kulit. Bibir yang sehat akan tampak segar, kenyal, bertekstur halus serta merona alami. Sebaliknya, adanya perubahan pada bibir misalnya warna yang menggelap atau hiperpigmentasi, bisa jadi merefleksikan status kesehatan tubuh seseorang, termasuk kelainan atau penyakit tertentu.

 

Baca juga: Bagaimana Prosedur Selama Melakukan Perawatan Peeling?

Apa saja penyebab bibir hitam?

Setiap kasus perubahan warna bibir memerlukan perhatian yang serius. Penanganan hiperpigmentasi bibir yang terbaik hanya bisa didapat apabila penyebab kasus telah diketahui dengan jelas. Kasus-kasus hiperpigmentasi bibir secara garis besar dapat dikelompokkan berdasarkan :

  • Apakah sudah tampak sejak lahir, masa kanak-kanak, baru muncul pada usia tertentu, atau dalam kurun waktu yang lebih singkat (sekian minggu hingga bulan) ?
  • Apakah hiperpigmentasi yang terjadi berupa bercak kecil setempat (fokal), atau luas (difus) bahkan pada seluruh bibir ?
  • Apakah perubahan warna disertai gejala penyerta atau tanpa gejala sama sekali ?
  • Apakah kehitaman terjadi perlahan-lahan atau berkembang dengan cepat ?
  • Apakah kehitaman juga terjadi pada area lain misal: rongga mulut, gusi, maupun kulit pada area tubuh tertentu ?

 

Penyebab Bibir Hitam:

 

Selain tentunya faktor genetik, hiperpigmentasi bibir dapat berkaitan dengan beragam faktor dan kondisi seperti:

  • perubahan fisiologis atau hormon termasuk kehamilan
  • paparan obat dan bahan kimia
  • penyakit-penyakit peradangan
  • penyakit / kelainan bawaan
  • gangguan endokrin
  • tumor jinak maupun ganas
  • kondisi non-melanositik

 

Selama proses konsultasi, dokter akan menanyakan beberapa hal untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mungkin berperan dalam terjadinya hiperpigmentasi, antara lain :

 

  • Gaya hidup dan kebiasaan

penyebab bibir hitam

 

Dokter akan menggali riwayat kesehatan lengkap mulai dari pekerjaan, aktivitas outdoor, kemungkinan paparan bahan kimia dari pekerjaan termasuk logam berat (bismuth, arsenik, timbal, merkuri, emas dan perak), hingga makanan dan minuman yang dikonsumsi

 

  • Kebiasaan Merokok

faktor penyebab bibir hitam

Nikotin dan kandungan bahan kimia lain di dalam rokok merupakan salah satu faktor penyebab perubahan warna bibir, Smoking-associated melanosis atau yang disebut sebagai "Smoker's Lips" terjadi pada 21.5% perokok dan lebih banyak terjadi pada wanita

 

  • Produk sehari-hari

Perubahan warna bibir bisa diakibatkan reaksi yang tidak diinginkan, termasuk peradangan dan iritasi atau alergi kontak terhadap kosmetika, lipstick, lipgloss, lipbalm, bahkan pasta gigi ataupun produk lain yang masih terdapat peluang untuk berkontak dengan area bibir

 

  • Riwayat obat-obatan

Beberapa golongan obat-obatan sistemik telah dilaporkan mencetuskan perubahan warna bibir, seperti antibiotika (minosiklin), sulfonamid, NSAID, kemoterapi (doksorubisin, siklofosfamid), levodopa, karbamazepin dan lain-lain

 

  • Riwayat penyakit lain

Meskipun bukan kasus yang paling sering dijumpai, hiperpigmentasi bibir terkadang berhubungan dengan kondisi tertentu seperti penyakit Addison, kelainan bawaan seperti sindroma Peutz-Jeghers dan Laugier-Hunziker, atau infeksi HIV. Kasus-kasus demikian memerlukan penelusuran lebih lanjut dari dokter spesialis

Bagaimana cara mencegah bibir hitam menurut dokter spesialis kulit?

 

Pada dasarnya, solusi terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap pasien adalah mencari lalu menghentikan atau memperbaiki faktor yang menyebabkan hitamnya bibir sejak awal. Sebagian wanita mungkin memilih untuk mewarnai bibir dengan lipstik guna menutupi kehitaman yang ada. Cara ini kurang direkomendasikan karena hanya bersifat sementara serta tidak menyelesaikan masalah. Tips-tips lain yang dapat kamu coba antara lain:

 

  • Mengurangi paparan UV dari matahari langsung
  • Mengurangi kebiasaan yang merusak lapisan bibir seperti trauma atau gesekan berulang, termasuk mengelupas kulit bibir atau menjilati bibir yang dapat memicu pigmentasi.
  • Pastikan bibir tetap terhidrasi dengan baik dengan pelembab. Kamu boleh saja menggunakan berbagai produk perawatan bibir untuk mencerahkan, namun pada banyak kasus yang terbaik adalah lip balm dengan SPF sebagai proteksi utama
  • Memperbaiki kualitas asupan makanan terutama vitamin dan mineral. Hiperpigmentasi bibir dapat terjadi pada kondisi defisiensi vitamin B12
  • Stop merokok. Melanosis terkait merokok biasanya membaik dalam 3 tahun setelah mengurangi paparan
  • Menyortir dan memilih produk kosmetik dan bibir yang terpercaya, memeriksa dan memastikan kandungan semua produk harian aman logam berat, bahan ilegal serta dari risiko alergi. Dipentaerythritol fatty acid, ricinoleic acid, isopalmityl diglyceryl sebacate, ester gum, pentaerythritol rosinate, paraphenylenediamine adalah sebagian alergen yang dapat dijumpai dalam beragam produk bibir seperti lipstick
  • Do not overdo treatment. Terburu-buru serta gegabah dalam menangani keluhan bibir hitam justru dapat berisiko memperburuk kondisi. Periksakan ke dokter ahli untuk penanganan yang terbaik.

Bagaimana cara menghilangkan bibir hitam dengan perawatan?

Cara menghilangkan bibir hitam dapat dilakukan dengan beberapa perawatan bibir hitam dan produk produk berikut.

  • Perawatan bibir hitam dan manajemen kasus hiperpigmentasi bergantung pada diagnosis
  • Step pertama harus dimulai dari menangani penyebab yang mendasari
  • Patch test atau Uji Tempel Alergi mungkin disarankan dalam kasus yang dicurigai reaksi alergi
  • Obat antiradang dapat diresepkan untuk kasus yang didasari oleh peradangan

 

Selain itu, terdapat beberapa cara lain yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengembalikan warna bibir seperti sedia kala, diantaranya:

 

  • Produk topikal bibir yang dapat dibeli bebas dengan bahan aktif yang memiliki sifat pencerah, pelembap dan antioksidan seperti retinol, hyaluronic acidniacinamide, peptide, growth factor, vitamin c, vitamin e dan lain-lain.

 

  • Eksfoliasi bibir

Peeling kimiawi dapat dipertimbangkan pada sebagian kasus untuk memacu pengelupasan sel dan mengangkat pigmen berlebih, namun tindakan ini harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan hanya oleh profesional.

 

  • Laser bibir

Terapi laser dapat dimanfaatkan untuk menargetkan pigmen berlebih sekaligus untuk peremajaan jaringan (rejuvenasi). Laser yang digunakan mulai dari laser Q-switch Nd:Yag, Alexandrite, Diode, hingga yang terbaru Picosecond Nd:YAG.

 

  • Terapi rejuvenasi lainnya

Dengan memperbaiki kualitas bibir secara keseluruhan, misalnya dengan Filler, bibir dapat tampak lebih sehat, plump dan cerah.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar keluhan bibir hitam, silakan tanya dokter disini ya!



Referensi

  • Cynthia Cobb. Healthline. (2018). 16 Ways to Lighten Dark Lips
  • Thackeray, T. (2013). What Makes a Person’s Lips Go Black & Chapped?
  • Stacy Sampson. Medical News Today. (2019). Causes and home remedies for dark lips
  • Fitness Health Forever. (2019). The problem of dark lips
  • Akansha Shah. EmediHealth. (2021). Home Remedies to Prevent Dark Lips and Treat Them
  • Vachiramon and McMichael. International Journal of Dermatology. 2012. Approaches to the evaluation of lip hyperpigmentation.



Other Articles