Description
Concern
Video
ASK DOCTOR
Mugwort
written by Raesindy Dzufriana
Medical review by dr. Reeza Edward, Sp.DV
Last updated 31-October-2022

Apa Itu Formula Mugrowt?

Mugwort adalah sekelompok tanaman berbunga aromatik dari genus artemisia, atau yang biasanya mengacu pada spesies spesifik dengan nama ilmiah Artemisia vulgaris. Tumbuhan ini tersebar luas dengan habitat alami di sepanjang wilayah Asia, Amerika Utara hingga Eropa dan dikenal dengan berbagai nama seperti “Korean tea tree”, Yomogi di Jepang, St. John’s plant di Eropa, hingga daun baru Cina di Indonesia.

 

Baca juga: Jenis Keriput yang Muncul di Wajah

Bagaimana sejarah pemanfaat Mugwort untuk kesehatan?

Spesies Artemisia, yang diberi nama berdasarkan dewi Yunani kuno Artemis, memang sudah sejak lama dipercaya sebagai tanaman herbal berkhasiat multifungsi. Sejak zaman Romawi, di Timur Tengah, hingga Eropa abad pertengahan tanaman ini dikenal dengan sebutan “mother of herbs” dan digunakan untuk mengobati luka, kelelahan, asam urat, demam, pembengkakan limpa, sumbatan hati hingga berkhasiat baik untuk menstruasi dan gangguan kehamilan.

 

Dalam berbagai kebudayaan timur, Mugwort juga tercatat sebagai salah satu tanaman obat serba guna. Hampir seluruh bagian tanaman dari akar hingga daun digunakan dalam bentuk tingtur, ramuan seduh, tonik, balsam, bubuk yang diminum maupun dioleskan untuk mengobati berbagai penyakit.

 

Pengobatan tradisional China hingga Ayurveda mempercayai efek Mugwort dapat meningkatkan sirkulasi, menyembuhkan gejala jantung, letih lesu, nyeri otot dan relaksasi tubuh. Di Jepang, Mugwort digunakan dalam bentuk serbuk yang disebut “moxa” yang dibakar dalam praktik pengobatan “moksibusi” untuk memanaskan titik akupunktur spesifik pada tubuh demi berbagai tujuan kesehatan.

 

Di era modern, Mugwort lebih dikenal sebagai bahan makanan, baik untuk diolah sebagai campuran makanan ataupun sebagai rempah masakan. Mugwort masih digunakan dalam pengobatan tradisional dan komplementer untuk memperbaiki nafsu makan, pereda nyeri dan keram, memperlancar menstruasi, batuk, sampai repelen serangga.

 

Baca Juga: Apa saja penyebab kulit kusam? 

 

Belakangan, riset kedokteran modern mulai mencoba menelusuri dan membuktikan adanya manfaat ekstrak Mugwort sebagai antioksidan, hepatoprotektor, hipolipidemik, antispasmolitik, analgesik, estrogenik, sitotoksik, hipotensif, bronkolitik, antiparasit, sampai antifungal dan antibakterial.

Apa saja manfaat Mugwort bagi kulit?

Mugwort memang telah dimanfaatkan sejak zaman kuno untuk mengobati berbagai masalah kulit seperti lebam, gatal, eksim, infeksi, hingga luka. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa di era modern ini pemanfaatan Mugwort secara lebih jauh adalah setelah ia dipopulerkan melalui kultur K-beauty, yang memang menyukai penggunaan bahan-bahan natural.

 

Dikenal dengan nama “Ssuk” (쑥), atau yang secara spesifik mengacu pada spesies Artemisia princeps (Korean Mugwort), ekstraknya yang terkandung dalam beragam produk perawatan kulit dipercaya memiliki efek soothing, meredakan kemerahan, menarget kulit kering, iritasi atau sensitif, memperbaiki barrier, serta menutrisi dan melembabkan kulit.

 

Skincare berbahan aktif Mugwort juga dijual dengan klaim anti aging, seperti mempercepat regenerasi jaringan yang rusak, mengurangi tampilan garis halus /kerut, melindungi dari radikal bebas, dan membuat kulit tetap kenyal.

Apakah klaim Mugwort didukung oleh bukti ilmiah?

Sebagian besar klaim kecantikan ekstrak Mugwort memang berdasarkan gagasan bahwa tanaman ini mempunyai segudang manfaat, terutama untuk kulit yaitu antiinflamasi dan antioksidan. Efek antioksidan Artemisia vulgaris pertama kali ditemukan pada tahun 2008 oleh sekelompok peneliti dari Kairo, Mesir.

 

Berbagai manfaat Mugwort ditengarai bersumber dari beragamnya kandungan senyawa kimia di dalamnya mulai dari essential oil, flavonoid, fenol, coumarin, dan lain-lain. Essential oil Mugwort menarik perhatian dengan ciri khas ditemukannya kandungan monoterpenoid dan sesquiterpenoid lactone, seperti psilostachyin, psilostachyin C, vulgarin, dan artemisinin, serta senyawa volatil lain termasuk 1,8-cineole, sabinene, camphor, α-thujone, and β-thujone.

 

The European database of cosmetic raw materials, CosIng (Cosmetic Ingredients database), merekomendasikan penggunaan Mugwort dalam 8 bentuk, termasuk di dalamnya sebagai bahan skincare, humektan, protector kulit, dan fragrance. Bentuk asli yang paling umum dijumpai dalam produk kosmetika berupa filtrat yang dihasilkan melalui proses fermentasi bakteri  (Bacillus sp., Lactobacillus sp.) atau jamur (Saccharomyces sp.). Proses fermentasi ini akan menghasilkan senyawa aktif seperti peptida, polisakarida, fibrin serta antioksidan yang bermanfaat bagi kulit.

 

Penelitian dari Gyeongsang National University menunjukkan bahwa lotion ekstrak Mugwort memiliki kemampuan melindungi kulit dari proses penuaan dan pembentukan kerut berdasarkan uji pada hewan. Penelitian yang lebih dari dari Park dkk. yang dipublikasikan dalam Korean Society for Biotechnology and Bioengineering Journal tahun 2019 membuktikan efek ekstrak Mugwort yang difermentasikan bakteri Bacillus sp. dalam meningkatkan regenerasi sel, sintesis kolagen, serta penyembuhan luka. Ekstrak juga menunjukkan efek menghambat enzim matrix metalloproteinase-1 and -9 yang mendegradasi kolagen. Hasil ini mendukung klaim ekstrak Mugwort sebagai pilihan treatment anti kerut.

Bagaimana cara yang tepat menggunakan Mugwort?

Ketika telah menjadi produk Skincare yang telah dikemas dan dijual, tentu kualitas Mugwort juga bergantung kepada kualitas produk tersebut secara keseluruhan. Kebanyakan produk mungkin mengandung bahan aktif dan tambahan lain dalam komposisinya.

 

Ekstrak tumbuhan sangat mudah untuk dimasukkan ke dalam berbagai bentuk produk seperti cleanser ataupun step berikutnya baik yang berbasis air misalnya toner, serum, essence, serum, maupun produk dengan tekstur yang lebih heavy seperti lotion dan krim misalnya moisturizer atau bahkan masker.

 

Sebelum memilih dan menggunakan produk, pastikan produk tersebut sesuai dengan tipe kulit, sesuaikan kandungan produk dengan kebutuhanmu, serta yang tidak kalah penting, selalu perhatikan petunjuk dan ketentuan pemakaian sesuai yang tertera pada label kemasan. 

 

Apabila bertujuan untuk fokus memperbaiki skin barrier, kamu dapat memilih produk berbasis lotion atau krim. Sedangkan apabila tujuannya lebih untuk mendapatkan efek anti aging dan antioksidan, produk berupa serum dapat dipertimbangkan.

 

Baca juga: Apa Saja Penyebab Munculnya Kerutan Mata?

Apa efek samping dari Mugwort?

Secara umum ketika dipakai sesuai aturan, produk skincare biasanya memiliki profil keamanan yang baik. Pastikan memilih produk dari brand yang terpercaya dan memiliki reputasi. Meski demikian, tidak ada yang bisa menjamin setiap zat maupun formula pasti aman dan 100% bebas efek samping. Efek samping yang paling sering dijumpai adalah reaksi iritasi berupa memburuknya kondisi kulit, kemerahan, gatal, rasa menyengat, sampai kulit kering mengelupas. Reaksi alergi akibat Mugwort pada kulit dapat ditandai muncul bentol urtika (biduran) ataupun ruam merah.

 

Kamu sebaiknya menghindari produk yang mengandung Mugwort apabila memiliki riwayat alergi terhadap tumbuhan dari famili Asteraceae atau Compositae lainnya, misalkan ragweed, krisantemum, marigold, daisy, dan chamomile. Reaksi silang alergi juga dapat terjadi pada orang yang sensitif terhadap hazelnut, kol, serbuk zaitun, madu, mustard, royal jelly, tembakau, bunga matahari, seledri, wortel, birch dan buah-buahan seperti peach, kiwi, apel dan mangga.

 

Meski reaksi alergi pada umumnya jarang terjadi, sebaiknya hindarilah atau konsultasikan terlebih dahulu pemakaian produk dengan dokter. Reaksi alergi juga mungkin terjadi hingga kekambuhan asthma atau yang lebih berat reaksi anafilaksis berupa gejala sesak dan bengkak akibat sumbatan saluran pernapasan.

Apakah ibu hamil boleh menggunakan Mugwort?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang pasti mengenai keamanan penggunaan topikal formula skincare yang mengandung Mugwort untuk ibu hamil dan menyusui, akan tetapi penggunaan mugwort secara oral pada ibu hamil memang dilarang keras karena tumbuhan ini membuat kontraksi rahim dan melancarkan menstruasi sehingga mengakibatkan keguguran pada ibu hamil. Mugwort diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan, terlebih ketika berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti asam asetilsalisilat, antikoagulan (warfarin dan heparin), klopidogrel, dan antinflamasi non-steroid (ibuprofen, naproksen).

 

Apabila kurang yakin, lebih baik konsultasikan segala penggunaan produk perawatan kulit dan kecantikanmu selama hamil dengan dokter spesialis.

Apa kelebihan dan kekurangan dari Mugwort?

Mugwort memang memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan dalam dunia medis, termasuk untuk kulit. Sifatnya yang alami juga membuat bahan ini mudah diterima oleh konsumen. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa hingga kini klaim medis ekstrak Mugwort belum terlalu banyak sehingga bukti ilmiah untuk mendukung penggunaannya tentu belum terlalu kuat. Studi yang meneliti efek antioksidan dan antiaging masih sangat minim dan sebatas uji tingkat sel dan hewan.

 

Selain itu, layaknya bahan berbasis tumbuhan atau ekstrak lainnya, kesulitan utama dalam menguji efektivitas dikarenakan besarnya keanekaragaman komposisi antar tanaman yang membuat standarisasi menjadi sulit. Ekstrak Mugwort yang ada dalam satu produk belum tentu sama dengan yang terkandung dalam produk lain, karenanya sangat penting untuk memilih produk yang betul-betul berkualitas.

 

Agar manfaat perawatan kulit lebih maksimal, alangkah lebih baiknya jika kamu melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Konsultasi yang mendalam akan membantu kamu dalam menentukan rangkaian perawatan kulit yang tepat, apakah ekstrak Mugwort adalah pilihan yang terbaik dan aman untuk keluhan kulitmu, hingga cara pemakaian dan kombinasi yang paling efektif guna mencapai kulit yang kaamu idamkan.

 

 Jika kamu masih punya pertanyaan seputar kandungan skincare Mugwort, silakan tanya dokter di sini ya!

Referensi

  • National Center for Complementary and Integrative Health. (2021). Mugwort
  • Johanna Ferreira. The Klog. (2021). Mugwort Skin Care Products to Calm Your Sensitive Skin
  • Herbies. (2020). Benefits of Mugwort to Skin
  • Park et al. (2019). Korean Society for Biotechnology and Bioengineering Journal.
  • Ekiert et al., (2020). Moleculers.
  • Park et al., (2008) Journal of the Korean Society of Food Science and Nutrition.