Description
Concern
Video
ASK DOCTOR
Licorice
written by Raesindy Dzufriana
Medical review by dr. Reeza Edward, Sp.DV
Last updated 31-October-2022

Apa Itu Licorice?

Licorice atau dikenal dengan nama latin Glycyrrhiza glabra merupakan suatu spesies tumbuhan herbal yang telah turun-temurun sejak ribuan tahun yang lalu dipercaya khasiatnya sebagai pengobatan tradisional berbagai penyakit dan gangguan dalam tubuh. Kata Licorice / Liquorice sendiri diterjemahkan dari bahasa Yunani kuno yaitu “glykyrrhiza”, glykys berarti manis dan rhiza berarti akar. Tumbuhan ini memiliki habitat alami di sepanjang wilayah eropa selatan, asia barat dan tengah hingga timur jauh termasuk Indonesia sehingga dikenal dengan banyak nama seperti sweetwood, Gan Cao, yashtimadhu, dan lain-lain.

 

Baca Juga: Mengenal Kandungan Benzoyl Peroxide Untuk Kulit

 

Secara tradisional, licorice digunakan untuk membantu mengatasi beragam masalah kesehatan mulai dari berbagai jenis infeksi, radang sendi, ulkus saluran cerna, gangguan liver, ginjal dan jantung, alergi, gula darah tinggi, penyakit kulit hingga demi meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh.

Apa kandungan dan manfaat dari Licorice?

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak pakar dan peneliti dari lintas bidang telah mencoba untuk membuktikan secara ilmiah klaim-klaim Licorice tersebut melalui metode-metode dan riset ilmiah yang lebih terstruktur untuk menggali potensi bahan alam ini bagi dunia medis. Ekstrak Licorice telah terbukti memiliki aktivitas antivirus, antibakteri, antiinflamasi, gastroprotektif, imunomodulator, bahkan antitumor. Efek Licorice yang luas dan serbaguna ini berasal dari kandungannya yang memiliki lebih dari 300 jenis senyawa bioaktif yang berbeda.

 

Glycyrrhizin (GL atau glycyrrhizic / glycyrrhizinic acid) adalah komponen aktif utama yang terkandung dalam ekstrak akar Licorice yang akan dimetabolisme menjadi 18b-Glycyrrhetinic acid (GA; INCI: Glycyrrhetinic acid). Akar Licorice secara tipikal mengandung Glycyrrhetinic acid dalam kadar antara 2 hingga 25%. Glycyrrhizin merupakan suatu senyawa triterpenoid saponin glikosida yang diketahui memiliki efek yang menyerupai steroid kortison bagi tubuh. Tidak hanya itu saja, selain Glycyrrhizin, ektrak Licorice juga kaya akan kandungan saponin lain, flavonoid seperti liquiritin, isoflavonoid, dan chalcone, serta berbagai vitamin dan mineral lain.

 

Kini, potensi Licorice yang luar biasa membuatnya dilirik oleh industri farmasi terutama produk skincare mengingat besarnya minat pasar akan produk perawatan kulit terbaru yang efektif, multifungsi, namun juga natural.

 

Dalam bidang dermatologi, ekstrak Licorice baik secara topikal maupun sistemik sudah pernah diteliti potensi pemanfaatannya untuk masalah pigmentasi kulitakne, penyembuhan luka, urtikaria, dermatitis atopik, kerontokan rambut, hingga kondisi autoimun seperti vitiligo dan psoriasis.

Efek apa yang bisa didapatkan dari produk yang mengandung Licorice?

Efek dari Produk Licorice

 

Secara dermatologis, produk topikal dengan kandungan ekstrak Licorice dapat memberikan serangkaian manfaat yang beragam oleh karena adanya 5 mekanisme aksi utama dari Licorice:

 

  • Efek antiinflamasi dan antimikrobial

Ekstrak Licorice diketahui memiliki aktivitas antimikrobial yang menjanjikan terhadap beberapa strain bakteri seperti P.acnes, S.aureus dan S.epidermidis yang telah diketahui berperan penting dalam proses terjadinya Akne serta keseimbangan mikrobiota kulit. Beragam senyawa aktif yang terkandung juga menunjukkan kemampuan untuk menghambat proses inflamasi pada berbagai jalur.

 

  • Efek antimelanogenik

Penelitian akan khasiat Licorice banyak menekankan pada efeknya sebagai agen pencerah kulit untuk mengatasi berbagai masalah pigmentasi. Efek berbagai zat aktif Licorice terhadap jalur pigmentasi kulit diketahui berkerja secara simultan baik dengan menghambat kerja enzim tyrosinase sendiri seperti melalui kandungan Glabridin maupun jalur lain selain tyrosinase untuk mencegah produksi melanin seperti Liquiritin. Beberapa riset membuktikan bahwa efek skin lightening kandungan aktif Licorice dapat dibandingkan dengan efek yang diberikan hidrokuinon.

 

  • Efek memacu siklus pergantian sel

Cellular turnover atau pergantian sel yang normal merupakan proses yang vital dalam mempertahankan dan menjaga lapisan kulit secara struktur dan fungsi. Dengan memacu laju pergantian sel, peremajaan jaringan yang menurun selama proses penuaan menjadi ditingkatkan kembali sekaligus memperbaiki hiperkeratinisasi yang dapat mencetuskan pembentukan Akne dan juga membantu meratakan warna kulit.

 

  • Antioksidan

Layaknya mayoritas ekstrak tumbuhan pada umumnya yang kaya akan beragam senyawa aktif, ekstrak Licorice juga terbukti memiliki efek antioksidan dan penangkal radikal bebas yang kuat. Kandungan Licorice mampu menghambat peroksidasi lipid dan meningkatkan kadar glutation. Mekanisme antioksidan bekerja secara sinergis dengan efek-efek lainnya dalam memberikan manfaat antiaging, mengatasi peradangan, serta memperbaiki pigmentasi. Paparan kulit dengan ekstrak Licorice terbukti melindungi kulit dari kerusakan sel yang diinduksi oleh UV.

 

  • Efek antiandrogenik

Ekstrak Licorice menunjukkan adanya aktivitas antiandrogenik, baik melalui hambatan aktivitas enzim utama maupun pada reseptor hormon pada manusia. Temuan ini mendukung dilakukannya riset-riset lanjutan untuk meneliti potensi Licorice untuk mengobati berbagai permasalahan termasuk kerontokan rambut.

 

Adanya efek antiinflamasi, antibakterial, antioksidan ditambah lagi dengan efeknya terhadap pigmentasi membuat ekstrak Licorice dapat dipergunakan secara luas untuk berbagai kondisi kulit yang berbeda, seperti untuk meredakan peradangan kulit pada dermatitis atau iritasi, pencerah kulit untuk melasmahiperpigmentasi pasca inflamasi, ataupun untuk treatment antiaging seperti pencegahan kerut dan penuaan dini akibat paparan berlebih UV. Kandungan Licorice juga dianggap sesuai untuk membantu mengatasi kulit berjerawat hingga rosacea.

 

Baca juga: Mengenal Masalah Kulit Rosacea

Bagaimana cara yang tepat menggunakan Licorice?

Tahapan Menggunakan Kandungan Licorice

 

Memilih produk terbaik yang mengandung suatu bahan aktif tertentu seringkali menjadi persoalan tersendiri yang memusingkan konsumen. Pada prinsipnya, beberapa hal ini perlu Anda perhatikan sebelum membeli atau memilih produk:

 

  • Pemilihan produk sebaiknya sesuai dengan indikasi atau kebutuhan kulit masing-masing, bukan hanya sekadar mengikuti tren. Berhati-hatilah dengan klaim yang berlebihan tentang suatu produk
  • Setiap produk, bahkan dengan kandungan zat aktif yang sama diciptakan dengan keunikannya tersendiri dari segi formula dan tekstur akhir di kulit. Sesuaikan jenis produk dengan tipe kulit Anda, termasuk selalu baca petunjuk pemakaian serta kontraindikasi yang dicantumkan produsen
  • Perhatikan kombinasi dengan bahan aktif atau produk lain yang sedang Anda pakai. Kombinasi antar produk bisa saja memperkuat namun juga dapat mengurangi efektivitas atau bahkan meningkatkan risiko efek samping

 

Kandungan Licorice dapat digunakan pada hampir segala jenis produk termasuk cleanser, toner, essence, serum, hingga krim malam dan masker wajah. Setiap produk bisa saja mengandung Licorice dalam konsentrasi maupun bentuk sediaan yang berbeda. Krim bisa saja mengandung satu zat aktif spesifik yang diisolasi dari Licorice, misalkan Glychirrhizin atau Glabridin, namun Sebagian pakar berpendapat produk yang mengandung ekstrak yang utuh akan memberikan hasil yang lebih baik oleh karena gabungan berbagai senyawa aktif yang terkandung di dalamnya.

 

Apakah pengunaan Licorice aman?

Ekstrak Licorice pada dasarnya sangat aman karena bersumber langsung dari alam. Penelitian juga menunjukkan bahwa Licorice relatif tidak berpotensi tinggi mencetuskan alergi maupun iritasi.

 

Namun berbicara soal keamanan suatu produk kembali lagi kepada fakta bahwa keamanan suatu produk yang sudah jadi juga akan dipengaruhi kualitas dan komponen lain yang terkandung bersama ekstrak itu sendiri.

 

Efek samping kulit berupa ruam kemerahan, breakout, rasa gatal atau menyengat, pengelupasan, reaksi biduran hingga bengkak maupun sesak nafas menandakan bahwa mungkin kamu sensitif atau produk tidak sesuai untuk Anda. Segera hentikan pemakaian produk dan memeriksakan diri ke Dokter terdekat. Beberapa efek samping tidak sepenuhnya dapat diprediksi karena respon setiap individu bisa berbeda-beda.

Apakah ibu hamil boleh menggunakan Licorice?

Licorice secara umum aman ketika digunakan atau dikonsumsi sesuai aturan dan dosis yang dianjurkan. Meski demikian, produk yang mengandung Licorice sebaiknya dikonsumsi dengan kehati-hatian selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan kayanya berbagai kandungan dalam ekstrak Licorice yang bervariatif dikhawatirkan berpotensi mengganggu kesehatan janin di dalam rahim. Konsumsi Licorice secara sistemik telah dilaporkan memicu serangkaian efek samping pada organ dalam seperti jantung dan pembuluh darah, sistem saraf dan darah. Tidak banyak penelitian yang bisa dijadikan acuan tentang kemanan produk yang mengandung Licorice ketika diaplikasikan secara langsung pada kulit, oleh karenanya sebagian besar pakar dan Dokter Spesialis Kulit cenderung menyarankan Ibu hamil dan menyusui untuk meminimalisir atau bahkan menghentikan sementara pemakaian produk-produk tersebut.

Apa kelebihan dan kekurangan dari Licorice?

Kelebihan Kandungan Licorice:

  • Berbagai manfaat untuk kesehatan terbukti secara historis hingga pembuktian melalui kaidah ilmiah dalam penelitian medis
  • Potensi yang besar dan multifungsi dengan efek yang dapat menargetkan berbagai masalah kulit yang berbeda sekaligus
  • Secara umum terbukti aman dan tidak bersifat toksik

 

Kekurangan Kandungan Licorice:

  • Kekuatan bukti ilmiah belum sampai pada uji klinis dengan desain yang kuat untuk mendukung klaim yang ada
  • Produk yang mengandalkan ekstrak berbasis tumbuhan cenderung sulit untuk distandarisasi kualitasnya karena variasi antar produk maupun antar tumbuhan sendiri
  • Kualitas dari ekstrak Licorice sendiri sangat dipengaruhi kualitas dan formula produk secara keseluruhan sehingga sulit ditakar secara obyektif
  • Produk natural tidak menjamin tidak akan memicu reaksi alergi, iritasi, maupun efek samping lain

 

Secara garis besar, kita bisa melihat potensi yang menjanjikan dari pemanfaatan kekayaan alam untuk kesehatan kulit dan kecantikan, salah satunya dari Licorice. Tak dapat dipungkiri masih terdapat berbagai keterbatasan, seperti hasil studi akan efek dan manfaat yang konsisten maupun profil keamanan jangka panjang yang harus dikembangkan dan diteliti lebih lanjut dahulu sebelum kita bisa mempertimbangkan bahan alami ini sebagai pengganti bahan aktif atau obat lain yang sudah lebih terstandar. Namun demikian penggunaan produk yang mengandung Licorice bisa dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam mengkombinasikan regimen skincare harian Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

 

Apabila kamu masih ragu apakah Licorice adalah pilihan yang tepat untuk masalah kulit kamu, tidak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar kandungan skincare Licorice, silakan tanya dokter disini ya!

Referensi

  • Radhakrishnan. (2005).Effect of Licorice (Glycyrrhiza glabra Linn.), A Skin Whitening Agent On A Black Molly
  • Byrdie. (2021). Licorice Extract for Skin: Benefits and How to Use
  • SkinKraft Laboratories. (2021). Why Licorice Root Is A Boon For Your Skin?
  • Men Matters. (2021). Licorice Benefits for Skin
  • Holland & Barrett. (2021). Liquorice: benefits, dosage, side-effects & supplements
  • Raoufinejad K, Rajabi M, Sarafian G. Licorice in the Treatment of Acne Vulgaris and Postinflammatory Hyperpigmentation: A Review. J Pharm Care 2020; 8(4): 186-195.
  • Kowalska and U. Kalinowska-Lis. 18b-Glycyrrhetinic acid: its core biological properties and dermatological applications. Int J Cosm Sci 2019; 41: 325-331.